Dunia dengan kemewahan dan gemerlapnya memang terlihat begitu indah dan menggoda. Bagaimana tidak, ada Rumah Mewah 🏡, Mobil Mewah 🚘, harta Berlimpah serta keindahan paras wajah, semua begitu mempesona dan menyenangkan untuk dimiliki.
Namun sebenarnya kita pun tahu, bahwa semua itu bersifat semu, fana, sementara dan itu semua tidak abadi. TIDAK ADA YANG KEKAL DI DUNIA INI. ⛔
Sebagaimana isyarat dalam Al-Qur’an Surah Yunus ayat 24, dimana Allah mengumpakan kehidupan dunia seperti siklus Air hujan membasahi Bumi.
Allah berfirman:
اِنَّمَا مَثَلُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا كَمَاۤءٍ اَنْزَلْنٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ فَاخْتَلَطَ بِهٖ نَبَاتُ الْاَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالْاَنْعَامُۗ حَتّٰٓى اِذَآ اَخَذَتِ الْاَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ اَهْلُهَآ اَنَّهُمْ قٰدِرُوْنَ عَلَيْهَآ اَتٰىهَآ اَمْرُنَا لَيْلًا اَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنٰهَا حَصِيْدًا كَاَنْ لَّمْ تَغْنَ بِالْاَمْسِۗ كَذٰلِكَ نُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ٢٤
(Artinya) : Sesungguhnya perumpamaan kehidupan dunia adalah ibarat air yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah karenanya macam-macam tanaman bumi yang (dapat) dimakan oleh manusia dan hewan ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, terhias, dan pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya (memetik hasilnya), datanglah kepadanya azab Kami pada waktu malam atau siang. Lalu, Kami jadikan (tanaman)-nya seperti tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan secara terperinci ayat-ayat itu kepada kaum yang berpikir.
Ada 2 (dua) perumpamaan di atas :
- Semisal Air, yaitu gambaran bahwa kehidupan di dunia ini banyak menelan korban menuju binasa akibat ditenggelamkan olehnya.
- Semisal pepohonan, ia terlihat kuat & besar namun akan ambruk juga ketika hujan lebat, karena akarnya ternyata tak kuat saat angin menerpa & menerjang. Begitu pula dengan dunia ini, ia tidak kuat dan tidak kokoh oleh waktu.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَا ٱلۡحَيَٰوةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَعِبٞ وَلَهۡوٞ ۖ وَلَلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ
“Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 32)
Betapa banyak manusia yang berada dalam kelalaian. Tidak merasa berdosa/bersalah ketika meninggalkan kewajiban shalat.
Tidak merasa bersalah/berdosa ketika melakukan transaksi ribawi.
Tidak merasa bersalah/berdosa ketika ia membuka auratnya di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya.
Betapa banyak manusia yang berada dalam kelalaian sedangkan kain kafannya sudah siaga untuk membungkusnya pada saat waktunya tiba.
Padahal, kalaupun dikumpulkan semua kenikmatan di dunia ini, ia hanyalah sedikit saja dibandingkan nikmat yang abadi di akhirat kelak, yang itu telah Allah persiapkan bagi para insan yang beriman serta beramal sholih.
Dunia yang susah payah dikejar-kejar sampai lupa waktu, lupa diri, lupa keluarga, lupa ibadah, maka ia sebenarnya hampir-hampir tidak ada artinya dibandingkan nikmat akhirat yang telah Allah ta’ala janjikan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
وَاللهِّ مَا الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ فِي الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ؟
“Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan akhirat kecuali seperti seseorang dari kalian mencelupkan jarinya ke laut, maka lihatlah apa yang tersisa di jarinya jika ia keluarkan dari laut?” (HR Muslim no 2868)
Air yang menetes dari jari setelah dicelupkan ke laut adalah diibaratkan nikmat dunia yang didapatkan, sedangkan lautnya sendiri diibaratkan kenikmatan akhirat (surga).
Air yang dibawa oleh jari ini sangat sedikit, dan sangat tidak sebanding dengan air yang ada di lautan samudera yang luas. Itulah perumpamaan yang telah Rasulullah shallallahu ‘alayhi wassalam sampaikan.
Terakhir, Saya bermohon pada Allah ta’ala :
Semoga kita selalu dalam taufiq dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aamiin ya Robb
✍️ Al-Faqiir ila Robbihi,
Aris K.
بارك الله فيكم